Banyak orang kesulitan berhenti merokok karena selalu terbayang nikmatnya asap rokok. Kalau sudah begitu, pikiran harus dimanipulasi agar asap rokok tidak lagi terasa enak.

Salah satu terapi alternatif yang bisa membuat tubuh memberikan reaksi negatif terhadap rokok adalah totok rokok. Metode inilah yang dipakai Fuad Baradja, seorang mantan artis sinetron dalam membantu orang untuk berhenti merokok.

Pada prinsipnya metode ini menggunakan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang menggabungkan acupoint dengan aspek kerohanian. Berbeda dengan acupressure, pasien tidak diberi pijatan melainkan hanya ketukan (taping) pada titik-titik meridian. Aspek kerohanan diwakili dengan doa yang harus diucapkan pasien sebelum menjalani terapi.

Ketika datang untuk diterapi, pasien diminta menyebutkan alasannya untuk berhenti merokok. Motivasi itu kemudian dikuatkan lagi oleh Fuad dengan penjelasan-penjelasan mengenai bahaya rokok dan nikotin. Terakhir sebelum masuk ke terapi inti, pasien diminta mengucapkan doa dengan bimbingan terapis.

“Doa di sini bukan semacam mantera. Intinya hanya menegaskan niat, dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan,” kata Fuad ketika ditemui detikHealth, Kamis (8/4/2010).

Masuk ke terapi inti, pasien akan menerima ketukan-ketukan ringan di 9 titik. Terapis akan memulainya dari titik di daerah dada, yang jika ditekan terasa lebih sakit dibandingkan tempat lain.

Berikutnya adalah ubun-ubun, titik di antara 2 mata, di bawah mata, bawah hidung, dagu, leher, bawah ketiak, dan yang terakhir dada bagian bawah di sekitar pangkal payudara.

Menurut Fuad, pasien akan merasakan efeknya setelah menjalani terapi 1 hingga 2 kali. Setelah itu mereka akan merasakan sensasi yang berbeda terhadap asap rokok. Dari yang semula terasa nikmat, menjadi pahit atau bahkan bikin mual.

Perokok yang tertarik untuk menjalani terapi ini ia sarankan untuk datang ke kantor Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3). Selain di kantor ia juga sering memberikan terapi di rumahnya kawasan Pondokgede maupun setiap membawakan seminar atau penyuluhan antirokok.

Awalnya Tidak Percaya

Fuad mulai tertarik dengan metode totok rokok kurang lebih 1,5 tahun yang lalu. Saat itu ia menemukan tulisan tentang SEFT di sebuah mailing list. Karena tertarik, ia menghubungi pengirim email tersebut dan disarankan untuk datang ke sebuah acara bakti sosial di Pondok Aren.

Di acara itulah si pengirim email mempraktikkan SEFT, dan 6 orang perokok yang diterapi mengaku jadi tidak doyan rokok. Awalnya Fuad masih tidak percaya, mengira 6 orang tersebut sudah kongkalikong sebelumnya.

Ia baru percaya setelah mengajak seorang SPG yang ditemuinya di sebuah stand yang ada di acara tersebut. SPG tersebut mengaku perokok dan ingin berhenti. Ternyata si SPG benar-benar jadi tidak doyan rokok setelah diterapi.

Fuad lalu mempraktikkan apa yang dilihatnya ke beberapa orang yang ditemuinya. Ia makin tertarik karena orang-orang yang dia terapi sukses menghentikan kebiasaan merokok. Sejak itulah ia mempelajari lebih dalam tentang SEFT dari LoGOS Institute.

Tidak hanya untuk berhenti merokok, Fuad juga menggunakan metode ini untuk mengatasi gangguan kesehatan yang lain. Misalnya untuk rasa sakit dan trauma fisik setelah kecelakaan.

Sumber : http://www.detikhealth.com