hypnoticaid.com

KATA hipnotis pasti sudah akrab di telinga Anda. Anda juga pastinya sudah pernah menyaksikan bagaimana Tommy Rafael mengayunkan gandul-nya di depan mata seseorang yang dihipnotis dan menuntunnya ke alam bawah sadar. Hipnotis ini bukan hanya sekedar teknik permainan. Tetapi, juga bermanfaat dalam bidang kedokteran, psikiatri, atau psikologi. Frans Anton Mesmer, seorang dokter dari Perancis, tercatat sebagai dokter pertama yang menggunakan metode hipnotis di dunia medis.

Dalam bidang psikologi, hipnotis dapat digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi. Secara klinis, terapi ini digunakan untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak diinginkan, seperti makan berlebih, merokok, cemas berlebih, bahkan kelainan psikologi. Psikiater juga merekomendasikan hipnoterapi untuk mengontrol phobia dan serangan panik.

Hipnotis mendalam juga bermanfaat untuk meredakan rasa sakit kronis akibat arthritis, fibromyalgia, bahkan kanker. Dalam sebuah studi yang didanai NIH’s Office of Alternative Medicine, para peneliti mengajarkan teknik hipnotis pribadi kepada pasien-pasien yang mengalami sakit punggung kronis. Dengan berlatih teknik hipnotis secara teratur, para pasien tersebut bisa mengurangi sensasi rasa sakit hingga 80%. Selain itu, pasien juga mengaku mengalami penurunan stres secara signifikan dan bisa tidur lebih nyenyak.

Penelitian yang dipublikasikan di medical journal juga menyajikan bukti efektivitas hipnotis dalam mengatasi penyakit akut dan situasi krisis. Dokter-dokter di ruang gawat darurat menerapkan teknik iduksi untuk membantu pasien yang kecelakaan lebih relaks. Perawat-perawat di unit perawatan intensif juga menggunakan hipnotis untuk menstabilkan detak jantung dan sistem pernapasan pasien.

Penggunaan teknik hipnotis ini, bisa juga mempercepat pemulihan luka bakar serta mengurangi terjadinya infeksi dan bekas luka. Peneliti dari Harvard menemukan juga kalau hipnotis bisa mempercepat pemulihan patah tulang.

Beberapa kondisi medis lainnya seperti alergi, asma, bintik-bintik merah di kulit, migrain, masalah pencernaan, dan tekanan darah tinggi juga menunjukkan adanya respon perbaikan setelah menjalani hipnoterapi. Selain itu, dokter gigi juga menggunakan hipnoterapi untuk menenangkan saraf pasien, mengurangi rasa sakit, serta mengurangi perdarahan selama menjalani oeprasi oral. Ahli obstetri juga menggunakan cara ini untuk mengontrol rasa sakit saat melahirkan.

Dalam prakteknya, terapis akan membawa subjek ke dalam keadaan setengah sadar. Dalam kondisi ini, terapis bisa memberi saran atau berbicara langsung dengan pikiran bawah sadar subjek. Pada dasarnya, kondisi setengah sadar memungkinkan terapi untuk memotong alam sadar subjek.

Para terapi bisa membawa subjek ke dalam keadaan setengah sadar dengan cara yang mudah. Ada berbagai teknik yang bisa dilakukan. beberapa diantaranya seperti meminta subjek melihat dan berkonsentrasi pada satu titik di dinding atau terapis bisa juga mengayunkan gandul maju mundur di hadapan wajah subjek sambil meminta subjek mengikuti gerakan gandul dengan matanya. Selanjutnya, terapis akan mengucapkan kalimat monoton seperti “Anda semakin bertambah relaks”, “Anda bisa merasakan ketegangan ditarik dari tubuh Anda”, dan lain-lain.

Setelah subjek berada dalam keadaan setengah sadar, terapi akan mengucapkan saran-saran dengan suara monoton yang sama. Saran-saran harus diucapkan dengan hati-hati untuk mendapatkan hasil maksimal. Setelah sesi terapi selesai, terapis akan membawa subjek kembali ke alam sadar dengan mengucapkan kata-kata seperti “Anda semakin menyadari keadaan sekitar” dan “bukalah mata Anda saat Anda siap”. Subjek kemudian akan terbangun kembali ke alam sadar.

Untuk mengubah kebiasan, biasanya tidak cukup dengan hanya satu sesi terapi. Dampaknya tidak akan langsung terlihat tetapi perubahan perilaku akan mulai terlihat dalam hitungan hari atau minggu. Hipnoterapi ini akan memudahkan pasien untuk menurunkan berat badan atau berhenti merokok. Selain itu, terapi ini juga bisa bermanfaat dalam menangani kasus psikologi.

Dalam kondisi setengah sadar, terapis bisa berbicara dengan subjek dan membantu subjek mengeluarkan semua kejadian yang menimbulkan masalah dalam kehidupan subjek. Dalam kondisi setengah sadar, subjek bisa mengeluarkan semua pikiran dan isi hati yang tidak bisa diungkapkannya dalam
keadaan sadar. Kejadian-kejadian masa lalu ini bisa menimbulkan gejal-gejala seperti mimpi buruk atau phobia. Seorang psikoterapis, yang lebih memahami masalah ini, bisa membantu pemulihan subjek.