Image by © Colin Anderson/Brand X/Corbis

Image by © Colin Anderson/Brand X/Corbis

Terapi hipnosis mampu mengembalikan kualitas hidup seseorang yang terganggu akibat trauma masa silam. Hipnosis mencabut akar masalah yang puluhan tahun memengaruhi hidupnya.

Contoh seseorang yang tumbuh menjadi pemarah, tak terkontrol, penakut, mengisolasi diri, atau punya orientasi seksual menyimpang. Pemberian sugesti akan mengubah perilaku pasien.

”Kesembuhan tak hanya bergantung pada pasien, tetapi juga kepintaran dokter dan dukungan keluarga,” kata konsultan hipnosis kedokteran, Tubagus Erwin Kusuma SpKJ, di simposium ”Hipnoterapi dalam Lingkup Klinis Psikiatri” yang diadakan Forum Komunikasi Rumah Sakit Jiwa Swasta dan Praktik Kedokteran Jiwa Swasta di Jakarta, Sabtu (30/5).

Gangguan energi bawah sadar, selain membentuk perilaku, juga bisa menimbulkan gangguan pada tubuh dan fungsi tubuh sehingga juga diberikan obat.

Psikolog yang praktisi hipnoterapi, Liza Marielly Djaprie, mengatakan, ”Kendali di tangan klien. Kalau tak mau terbuka, ya sulit.” Melalui serangkaian terapi hipnosis, akan didapat informasi traumatis pasien pada usia 2-4 tahun (age regression therapy).

Pada kasus ketakutan berlebihan, pasien sembuh setelah memaafkan orang lain atau diri sendiri. ”Klien yang dulu tak berani bicara di depan umum, setelah empat sesi sudah pulih. Emosinya terkendali.”

Menurut praktisi hipnoterapi, dosen kesehatan jiwa dan perilaku Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta, Dharmady Agus SpKJ, konsep dasar hipnosis adalah mengubah perilaku lama dengan memasukkan sugesti yang menjadi nilai baru seseorang.

Sumber : kompas.com