BUAH dan sayur mengandung berbagai nutrisi penting yang sangat baik bagi kesehatan. Hal ini tentunya bukan hal yang baru bagi Anda. Tapi, pernahkah Anda berpikir untuk melakukan pengobatan dengan melakukan terapi jus? Hal ini tentunya sangat menarik, karena obat biasanya identik dengan hal yang tidak menyenangkan. Tapi, Dengan terapi jus, Anda bisa memulihkan dan memperbaiki kesehatan sekaligus juga mengonsumsi makanan yang Anda sukai.

terapi jus

terapi jus

Terapi jus sendiri bukanlah hal yang baru. Terapi jus sudah digunakan secara luas dalam sistem pengobatan naturophaty untuk menangani berbagai jenis penyakit. Jus juga kaya akan suplemen diat dan yang pasti tanpa efek samping. Tidak usah ragu-ragu, jus merupakan sumber vitamin, mineral, serta enzim-enzim terkaya. Penelitian juga telah membuktikan, mereka yang hidup dengan mengonsumsi jus, khususnya dari buah dan sayur mentah, hidup lebih sehat dan tanpa gangguan penyakit yang berarti.

Jus membantu meningkatkan jumlah energi dan meredakan kelelahan. Selain itu, jus juga berperan dalam proses detoksifikasi untuk membuang racun-racun yang ada dalam tubuh. Jus akan dicerna dan diserap tubuh dalam hitungan menit. Nah, setelah mengetahui manfaat jus, masihkah Anda ragu utuk mencoba?

Tetapi, sebelumnya, Anda harus ingat dulu, untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, ada baiknya menghindari jus botol atau kalengan. Jus ini seringkali mengandung zat-zat kimia yang bisa merusak nutrisi-nutrisi sehat. Lebih baik mengonsumsi jus segar yang Anda buat sendiri di rumah. Jangan lupa membersihkan buah dan sayuran terlebih dahulu.

Terapi jus ini bermanfaat dalam mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk hipertensi, penyakit kardiovaskular, ginjal serta obesitas. Tidak hanya ini, terapi jus terbukti masih bisa membantu mengatasi berbagai penyakit lainnya.

Menurut para pakar nutrisi setiap orang sebaiknya mengistirahatkan lambung tanpa kehilangan energi dengan mengikuti terapi jus sekali seminggu. Pada hari ini, Anda bisa mengonsumsi berbagai jenis jus setiap 2 jam sampai Anda tidur di malam hari. Tapi, ada baiknya juga berkonsultasi dulu dengan dokter Anda.

Anda ingin mencoba tapi masih bingung menentukan pilihan? Berikut beberapa pilihan jus beserta manfaatnya yang bisa menjadi pilihan Anda:

Kentang

Kandungan: Kentang diyakini mengandung vitamin seperti vitamin B1, B2, niacin, dan bahkan vitamin C

Penggunaan: Sebelum membuat jus, perhatikan dulu kentang yang Anda pilih. Bagian yang mengalami perubahan warna menjadi hijau sebaiknya dibuang karena mungkin mengandung racun yang disebutsolanine. Ada baiknya juga membuang tunas-tunas yang mungkin sudah mulai muncul.

Manfaat: Kulit kentang kaya akan kalium. Karena itu, makanan ini bisa langsung dikonsumsi setelah direbus tanpa mengupas kulitnya. Sayuran ini juga diyakini bagus untuk kesehatan kardiovaskular. Di sisi lain, jus kentang
juga bisa mengatasi masalah di usus halus dan lambung. Selain itu, jus kentang juga bagus bagi Anda yang mengalami masalah konstipasi dan wasir. Karena kentang juga mengandung soda dan kalium karbonat, maka bisa mencegah peningkatan keasaman (acidosis) dan menjaga agar tubuh tetap bersifat alkali.

Di samping itu, karena kandungan kentang juga diyakini bisa membantu mengeluarkan uric acid dari tubuh, maka kentang juga bagus bagi penderita encok. Kentang dan jus kentang juga terlihat bagus dalam mengatasi berbagai masalah kulit, khususnya eksem. Karena itu, jus kentang bisa juga diminum atau dioleskan ke bagian kulit yang bermasalah.

Labu

Penggunaan: Jika ingin membuat jus, ada baiknya memilih labu yang telah masak, karena akan lebih mudah membuang bijinya.

Manfaat: Labu diyakini kaya akan seng. Karena itu, jus ini bisa membantu pasien yang menderita pembesaran prostat. Selain itu, labu juga dinyatakan bisa menetralkan racun. Labu juga merupakan anti-helmintic (pengangkat cacing dari saluran pencernaan). Selain itu, karena bersifat diuretic, labu juga bisa meredakan pasien-pasien yang menderita akibat pembengkakan, batu ginjal dan diabetes.

Tomat

Kandungan: Menurut pengobatan aryuveda, tomat merupakan bahan laksatif yang bagus serta makanan perangsang selera makan yang baik. Tomat mengandung citic, fosfor dan malic acid yang berfungsi membersihkan darah. Vitamin C dalam tomat juga tidak mudah dihancurkan karena dilindungi oleh asam. Ada juga pernyataan yang menyebutkan, asupan jus tomat lebih baik daripada jus jeruk, khususnya pada anak.

Manfaat: Jus tomat dianjurkan bagi pasien diabetes dan mereka yang obesitas karena kandungan karbohidratnya rendah. Selain bermanfaat dalam mengatasi kelainan ginjal, tomat juga bagus untuk mengatasi konstipasi. Pasien dengan kadar hemoglobin rendah juga sangat dianjurkan mengonsumsi jus tomat karena kandungan besi dalam tomat mudah dicerna dan bisa diserap tubuh dengan lebih mudah. Selain itu, jus tomat juga bagus dikonsumi saat Anda
terserang flu.

Semangka

Kandungan: Karena kandungan airnya banyak, semangka diyakini bisa mendinginkan dan bersifat diuretic.

Manfaat: Jus semangka diyakini bisa meredakan masalah-masalah perut serta meredakan sensasi panas di lambung. Karena bersifat diuretic, jus semangka juga bermanfaat mengatasi masalah ginjal dan kandung kemih. Yang lebih menarik lagi, semangka juga diyakini bisa menstimulus proses peremajaan yang berlangsung di dalam tubuh.

Sayuran hijau

Semua sayuran hijau kaya akan klorofil. Klorofil ini, selain berfungsi sebagai anti bakteri dan laksatif juga mengandung protein berkualitas tinggi. Kandungan klorofil dan besi dalam sayuran hijau bisa mengatasi anemia. Sayuran hijau juga kaya mineral yang berfungsi menurunkan keasaman lambung. Tubuh manusia pada dasarnya diyakini bersifat alkali, karena itu makanan yang mengandung mineral lebih cocok untuk dikonsumi manusia.

Akan tetapi, mereka yang menderita masalah usus halus tidak dianjurkan mengonsumsi sayuran hijau karena kandungan seratnya bisa membahayakan mereka. Penderita disentri dan diare juga sebaiknya menghindari sayuran hijau.

Bayam diyakini mengandung oksalat, dan sebaiknya dihindari oleh mereka yang menderita batu ginjal. Pasien-pasien ini juga dianjurkan meminimalkan asupan sayuran hijau yang lain.