Puasa Bukan Alasan Tak Olahraga

Tinggalkan Komentar

Sumber : kompas.com

gettyimages

Meski memiliki berbagai keterbatasan selama berpuasa, bukan berarti aktivitas kita hanya diisi dengan tidur atau bermalas-malasan. Agar tetap bugar, olahraga sebaiknya tidak ditinggalkan.

Prinsip olahraga yang dilakukan pada saat berpuasa adalah pemeliharaan tubuh agar tetap sehat dan bugar. Artinya, harus mampu melancarkan aliran darah dan melenturkan otot-otot, jantung lebih aktif, dan zat asam atau oksigen lebih banyak terhirup sebagai proses metabolisme tubuh.

Menurut Komite Olimpiade Internasional, puasa tidak berdampak atau hanya memiliki dampak kecil terhadap kesehatan atau penampilan sebagian besar atlet di lapangan. Karena itu, olahraga tidak dilarang untuk orang yang berpuasa.

Lagi pula, bila puasa hanya diisi dengan melamun atau bermalas-malasan, itu justru bisa membuat rasa lapar dan lemas lebih terasa. Ini akibat dari penurunan gula darah yang berlebihan yang akan membuat seseorang bertambah lemas dan perut semakin keroncongan.

Itu sebabnya, olahraga dan segala jenis aktivitas fisik harus tetap dilakukan seperti biasa untuk mencegah gula darah turun berlebihan. “Dengan berolahraga, sel-sel akan tetap aktif, kemampuan paru-paru menerima oksigen juga lebih baik,” kata dr Samuel Oetoro, ahli gizi dari Semanggi Spesialist Clinic Jakarta.

Kendati demikian, menurut Samuel, olahraga harus dilakukan pada waktu yang tepat. “Banyak orang yang sesudah sahur justru berjalan-jalan atau jogging. Ini justru bisa membuat tubuh dehidrasi karena kebutuhan tubuh akan cairan tidak bisa langsung digantikan,” katanya. Kalau sudah begini, tubuh akan lemas dan mengganggu keseimbangan di dalam tubuh.

Olahraga di bulan puasa, papar Samuel, sebaiknya dilakukan 30 menit sebelum waktu berbuka puasa. Hal ini agar setelah selesai berolahraga, kita bisa langsung minum untuk menggantikan cairan yang hilang lewat keringat.

Kegiatan olahraga yang disarankan sebaiknya yang intensitasnya ringan atau sedang. Tujuan olahraga di bulan puasa adalah menjaga kebugaran, bukan untuk mencapai prestasi. Olahraga yang melibatkan banyak orang juga akan membuat kita lupa akan rasa haus dan lapar. Selain itu, kenakan pakaian yang nyaman saat berolahraga agar keringat cepat kering.

Terakhir, agar kegiatan olahraga di sore hari berjalan lancar, jangan lupa untuk sahur dengan menu yang seimbang untuk memberi gizi lengkap bagi tubuh dan cadangan energi sepanjang hari. Selamat berolahraga!

7 Mitos Keliru Olahraga

Tinggalkan Komentar

Sumber : mediaindonesia.com

TAHUKAH Anda jika keringat  tidak menunjukan jumlah kalori yang dibakar? Hidup kita sering kali dikelilingi oleh mitos yang belum tentu kebenarannya. Tak hanya per soalan tradisi, namun mitos pun merambah hingga dunia olahraga. Ada saatnya kita memercayai jika sesuai dengan logika. Pendapat para pakar membantu kita untuk  memutuskan mana yang bisa kita percayai. Tetapi sebelumnya apa sajakah nitos-mitos yang beredar di masyarakat tentang olahraga?

1. Belum merasa sakit, berarti belum mendapatkan hasil maksimal.

Saat memulai program olahraga, tentunya Anda akan merasa sakit pada otot. Menurut ahli bedah tulang Jeffrey Berg, ini merupakan hal yang normal. Tetapi, jika ada rasa sakit lain seperti sakit pada persendian, sakit tulang, peregangan otot, urat, atau tendon yang bisa berakit buruk, ada baiknya Anda beristirahat terlebih dahulu. Hal ini, terang Berg, akan semakin buruk jika Anda mengabaikannya.”

Bagaimana cara yang tepat? Berg menyarankan untuk memulai secara perlahan dan bertahap. Sebaiknya memulai berolahraga juga saat badan terasa sehat. The American College of Sports juga merekomendasikan Anda untuk memulai program latihan secara perlahan sambil mendengarkan bahasa tubuh dan saran dokter.

2. Ada satu cara terbaik untuk berolahraga.

Menurut Berg, ini merupakan pernyataan yang salah.”Pada faktanya, tidak ada satu cara terbaik melakukan olahraga.” Kuncinya, terang Berg, adalah melakukan latihan beragam. Anda, lanjut dia, harus bisa memadukan berbagai latihan dan rutinitas berbeda ke dalam strategi fitnes Anda untuk mendapatkan hasil yang diharapkan.”Olahraga yang Anda pilih sebaiknya disesuaikan dengan apa yang Anda suka, selanjutnya dioptimalkan dan usahakan menghindari cidera.”

3. Semakin banyak keringat, semakin banyak lemak yang dibakar.

Menurut chief exercise physiologist for the American Council on Exercise Cedric Bryant, ini merupakan pernyataan yang salah. Jumlah keringat, terang Bryant, merupakan indikasi kemampuan tubuh dalam mempertahankan suhu normal tubuh. Anda akan mulai berkeringat saat tubuh mulai menyimpan panas sehingga Anda bisa merasakan pendinginan melalui pengeluaran keringat.”Jadi, tidak ada hubungannya dengan jumlah energi atau kalori yang dibakar.”

4. Minum air picu kram.

Menurut Bryant, kram merupakan gejala dehidrasi. Jadi ini hanyalah mitos semata. Pada dasarnya, terang dia, minum air akan membantu memastikan kalau tubuh tidak kekurangan cairan. Hal ini justru mengurangi risiko Anda mengalami kram.

5. Angkat beban membuat Anda terlihat berotot.

Menurut Bryant, ini merupakan mitos yang seringkali membuat perempuan menghindari latihan kekuatan. Pembentukan otot, menurut dia, cenderung bergantung pada faktor genetik.”Kurang dari 1% perempuan, dan kurang dari 10% laki-laki yang mempunyai kecenderungan genetik untuk membentuk otot sebagai respon terhadap latihan kekuatan.”

6. Olahraga merupakan cara pasti menurunkan berat badan.

Menurut Bryant, olahraga memang membantu menurunkan berat badan, tetapi sebaiknya tidak berdiri sendiri. Anda harus memperhitungkan diet.”Cara terbaik mengubah komposisi tubuh adalah dengan memadukan latihan dan diet sehat.”

7.  Anda bisa menurunkan berat badan dengan fokus melatih bagian tubuh tertentu.

“Ini hanyalah mitos semata,” terang Bryant. Menurut dia, Anda tidak bisa menghilangkan lemak dari satu area tubuh hanya dengan melatih area tersebut saja. Lemak, lanjut dia, akan disimpan di seluruh tubuh. Tetapi, area tempat penyimpanan lemak pertama kali akan kehilangan lemak terakhir kali. Untuk laki-laki, lemak yang paling sulit dihilangkan adalah di area perut. Sedang pada perempuan, lemak bermasalah biasanya terdapat di area pinggang, pantat, dan paha.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.