Hilangkan Bekas Luka dengan Cara Alami

Tinggalkan Komentar

2009_10_07_06_27_39_scar-d

BEKAS luka mulai dari terpotong pisau dapur saat memasak, cidera, hingga bekas jerawat seringkali tidak bisa hilang. Namun sebenarnya, bekas luka ini merupakan bukti bagaimana tubuh memperbaiki dirinya sendiri dari cidera. Meskipun bekas luka tidak menimbulkan rasa sakit, tetapi tentunya sangat mengganggu penampilan kulit. Bagaimana cara mencegah dan menghilangkan bekas luka di kulit? Berikut beberapa cara alami yang bisa Anda coba di rumah.

Lidah buaya. Oleskan gel lidah buaya ke area luka yang masih baru terluka. Cara ini efektif mencegah pembentukan luka permanen.

Pasta kayu cendana.
Buatlah pasta campuran dari kayu cendana dengan air mawar. Oleskan pasta tersebut ke area bekas luka di malam hari dan bersihkan di pagi harinya. Metode ini dinyatakan sebagai salah satu cara terbaik menghilangkan bekas luka.

Jus lemon. Jus lemon merupakan pemutih alami dan bisa membantu menyamarkan bekas luka dan belang-belang di kulit.

Rebusan kelabat.
Didihkan satu sendok teh biji kelabat di dalam 1 liter air selama beberapa menit. Selanjutnya, oleskan air rebusan ke wajah atau area bekas luka di kulit. Cara ini dinyatakan sangat baik menyamarkan bekas luka dan mencegah pembentukan bekas luka akibat jerawat.

Minyak lavender. Oleskan minyak lavender ke area bekas luka dengan menggunakan kapas, 2 kali sehari.

Madu. Salah satu cara yang diklaim paling efektif adalah dengan mengoleskan madu beberapa kali sehari. Cara ini akan membuat kulit tampak bercahaya secara alami serta sekaligus mengangkat bekas luka.

Jus ketimun. Oleskan jus ketimun ke area bekas luka dan biarkan selama 15 menit sebelum membasuh muka dengan air dingin.

Larutan campuran. Buatlah larutan dari 1 sendok makan  krim susu asam (pilihlah yang bebas lemak untuk muka berminyak), 1 sendok makan yogurt, 1 sendok makan oatmeal yang telah dihaluskan dan beberapa tetes jus lemon. Oleskan larutan ke muka dan biarkan 10 menit sebelum dibersihkan. Cara ini efektif mengangkat bekas-bekas luka di wajah.

Minyak kelapa. Cobalah memijat area bekas luka dengan minyak kelapa. Cara ini bisa menyamarkan tetapi tidak bisa menghilangkan sepenuhnya.

Pasta kacang polong hitam. Buatlah pasta dari campuran kacang polong hitam dengan kayu cendana. Kemudian oleskan ke area bekas luka dan biarkan sepanjang malam. Keesokan harinya bersihkan dnegan air dingin. Cara ini dinyatakan efektif menghilangkan bekas luka.

Minyak zaitun. Oleskan minyak zaitun ke area bekas luka. Cara ini juga bisa membantu mengangkat bekas luka.

Teh hijau. Basahi kapas dengan teh hijau kemudian oleskan ke bekas luka. Ini merupakan cara alami yang bagus menghilangkan bekas luka.

Daun mint.
Ambillah beberapa lembar daun mint kemudian haluskan. Selanjutnya ambillah sari dari daun mint yang telah dihaluskan dengan menggunakan kain. Selanjutnya oleskan ke wajah atau area lain yang memiliki bekas luka. Cara ini bisa  membantu menghilangkan bekas luka. (OL-08)

Sehat dengan Terapi Jus

Tinggalkan Komentar

BUAH dan sayur mengandung berbagai nutrisi penting yang sangat baik bagi kesehatan. Hal ini tentunya bukan hal yang baru bagi Anda. Tapi, pernahkah Anda berpikir untuk melakukan pengobatan dengan melakukan terapi jus? Hal ini tentunya sangat menarik, karena obat biasanya identik dengan hal yang tidak menyenangkan. Tapi, Dengan terapi jus, Anda bisa memulihkan dan memperbaiki kesehatan sekaligus juga mengonsumsi makanan yang Anda sukai.

terapi jus

terapi jus

Terapi jus sendiri bukanlah hal yang baru. Terapi jus sudah digunakan secara luas dalam sistem pengobatan naturophaty untuk menangani berbagai jenis penyakit. Jus juga kaya akan suplemen diat dan yang pasti tanpa efek samping. Tidak usah ragu-ragu, jus merupakan sumber vitamin, mineral, serta enzim-enzim terkaya. Penelitian juga telah membuktikan, mereka yang hidup dengan mengonsumsi jus, khususnya dari buah dan sayur mentah, hidup lebih sehat dan tanpa gangguan penyakit yang berarti.

Jus membantu meningkatkan jumlah energi dan meredakan kelelahan. Selain itu, jus juga berperan dalam proses detoksifikasi untuk membuang racun-racun yang ada dalam tubuh. Jus akan dicerna dan diserap tubuh dalam hitungan menit. Nah, setelah mengetahui manfaat jus, masihkah Anda ragu utuk mencoba?

Tetapi, sebelumnya, Anda harus ingat dulu, untuk mendapatkan keuntungan yang maksimal, ada baiknya menghindari jus botol atau kalengan. Jus ini seringkali mengandung zat-zat kimia yang bisa merusak nutrisi-nutrisi sehat. Lebih baik mengonsumsi jus segar yang Anda buat sendiri di rumah. Jangan lupa membersihkan buah dan sayuran terlebih dahulu.

Terapi jus ini bermanfaat dalam mengatasi berbagai jenis penyakit termasuk hipertensi, penyakit kardiovaskular, ginjal serta obesitas. Tidak hanya ini, terapi jus terbukti masih bisa membantu mengatasi berbagai penyakit lainnya.

Menurut para pakar nutrisi setiap orang sebaiknya mengistirahatkan lambung tanpa kehilangan energi dengan mengikuti terapi jus sekali seminggu. Pada hari ini, Anda bisa mengonsumsi berbagai jenis jus setiap 2 jam sampai Anda tidur di malam hari. Tapi, ada baiknya juga berkonsultasi dulu dengan dokter Anda.

Anda ingin mencoba tapi masih bingung menentukan pilihan? Berikut beberapa pilihan jus beserta manfaatnya yang bisa menjadi pilihan Anda:

Kentang

Kandungan: Kentang diyakini mengandung vitamin seperti vitamin B1, B2, niacin, dan bahkan vitamin C

Penggunaan: Sebelum membuat jus, perhatikan dulu kentang yang Anda pilih. Bagian yang mengalami perubahan warna menjadi hijau sebaiknya dibuang karena mungkin mengandung racun yang disebutsolanine. Ada baiknya juga membuang tunas-tunas yang mungkin sudah mulai muncul.

Manfaat: Kulit kentang kaya akan kalium. Karena itu, makanan ini bisa langsung dikonsumsi setelah direbus tanpa mengupas kulitnya. Sayuran ini juga diyakini bagus untuk kesehatan kardiovaskular. Di sisi lain, jus kentang
juga bisa mengatasi masalah di usus halus dan lambung. Selain itu, jus kentang juga bagus bagi Anda yang mengalami masalah konstipasi dan wasir. Karena kentang juga mengandung soda dan kalium karbonat, maka bisa mencegah peningkatan keasaman (acidosis) dan menjaga agar tubuh tetap bersifat alkali.

Di samping itu, karena kandungan kentang juga diyakini bisa membantu mengeluarkan uric acid dari tubuh, maka kentang juga bagus bagi penderita encok. Kentang dan jus kentang juga terlihat bagus dalam mengatasi berbagai masalah kulit, khususnya eksem. Karena itu, jus kentang bisa juga diminum atau dioleskan ke bagian kulit yang bermasalah.

Labu

Penggunaan: Jika ingin membuat jus, ada baiknya memilih labu yang telah masak, karena akan lebih mudah membuang bijinya.

Manfaat: Labu diyakini kaya akan seng. Karena itu, jus ini bisa membantu pasien yang menderita pembesaran prostat. Selain itu, labu juga dinyatakan bisa menetralkan racun. Labu juga merupakan anti-helmintic (pengangkat cacing dari saluran pencernaan). Selain itu, karena bersifat diuretic, labu juga bisa meredakan pasien-pasien yang menderita akibat pembengkakan, batu ginjal dan diabetes.

Tomat

Kandungan: Menurut pengobatan aryuveda, tomat merupakan bahan laksatif yang bagus serta makanan perangsang selera makan yang baik. Tomat mengandung citic, fosfor dan malic acid yang berfungsi membersihkan darah. Vitamin C dalam tomat juga tidak mudah dihancurkan karena dilindungi oleh asam. Ada juga pernyataan yang menyebutkan, asupan jus tomat lebih baik daripada jus jeruk, khususnya pada anak.

Manfaat: Jus tomat dianjurkan bagi pasien diabetes dan mereka yang obesitas karena kandungan karbohidratnya rendah. Selain bermanfaat dalam mengatasi kelainan ginjal, tomat juga bagus untuk mengatasi konstipasi. Pasien dengan kadar hemoglobin rendah juga sangat dianjurkan mengonsumsi jus tomat karena kandungan besi dalam tomat mudah dicerna dan bisa diserap tubuh dengan lebih mudah. Selain itu, jus tomat juga bagus dikonsumi saat Anda
terserang flu.

Semangka

Kandungan: Karena kandungan airnya banyak, semangka diyakini bisa mendinginkan dan bersifat diuretic.

Manfaat: Jus semangka diyakini bisa meredakan masalah-masalah perut serta meredakan sensasi panas di lambung. Karena bersifat diuretic, jus semangka juga bermanfaat mengatasi masalah ginjal dan kandung kemih. Yang lebih menarik lagi, semangka juga diyakini bisa menstimulus proses peremajaan yang berlangsung di dalam tubuh.

Sayuran hijau

Semua sayuran hijau kaya akan klorofil. Klorofil ini, selain berfungsi sebagai anti bakteri dan laksatif juga mengandung protein berkualitas tinggi. Kandungan klorofil dan besi dalam sayuran hijau bisa mengatasi anemia. Sayuran hijau juga kaya mineral yang berfungsi menurunkan keasaman lambung. Tubuh manusia pada dasarnya diyakini bersifat alkali, karena itu makanan yang mengandung mineral lebih cocok untuk dikonsumi manusia.

Akan tetapi, mereka yang menderita masalah usus halus tidak dianjurkan mengonsumsi sayuran hijau karena kandungan seratnya bisa membahayakan mereka. Penderita disentri dan diare juga sebaiknya menghindari sayuran hijau.

Bayam diyakini mengandung oksalat, dan sebaiknya dihindari oleh mereka yang menderita batu ginjal. Pasien-pasien ini juga dianjurkan meminimalkan asupan sayuran hijau yang lain.

Jus, Tak Semua Sehat

Tinggalkan Komentar

Siapa yang tidak suka minum jus buah. Warnanya cerah dan terang, rasanya manis, dan baik untuk kesehatan. Tapi tunggu dulu, tidak semua ahli gizi berpendapat demikian. Meski jus kaya akan vitamin, tapi jangan tutup mata pada bahayanya.

1104145p
Yang Boleh
Bila Anda ingin memetik manfaat dari segelas jus, para ahli gizi menyarankan Anda untuk mengonsumsi jus sayuran. Kandungan likopen dalam tomat telah diteliti mampu mengurangi risiko kanker prostat. Campuran beberapa jenis sayuran yang dijus juga menjadi sumber serat dan mengontrol rasa lapar. Selain itu, kadar gula dalam jus sayuran lebih sedikit dan hanya mengandung sedikit kalori. Cocok untuk mereka yang sedang diet.

Yang terlarang
Berhati-hatilah pada minuman yang termasuk dalam juice cocktail, juice drink atau juice flavored beverage. Ketiga jenis minuman itu biasanya hanya mengandung sedikit buah asli. Bahan utamanya adalah air, gula, dan sirup rasa buah. Jus dalam kategori ini tak lebih baik dari softdrink, yang  tinggi gula dan kalori tapi rendah nutrisi. Penelitian menunjukkan minuman ini akan menyebabkan kegemukan pada anak.

Pilih-pilih buah
Bagaimana dengan jus buah murni yang tidak ditambah pemanis? Sebagian ahli berpendapat jus buah murni kaya akan vitamin C dan antioksidan untuk melawan penyakit. Masalahnya jus buah secara alami juga sudah mengandung gula dan kalori. Misalnya saja jus apel yang kadar gulanya setara dengan permen. Demikian juga dengan semangka yang mengandung banyak gula.

Bila Anda khawatir pada kandungan gula dalam jus, pilihlah jus buah delima. Meski banyak mengandung gula dan kalori, namun sangat kaya antioksidan. Riset menunjukkan delima mengandung zat yang efektif untuk melindungi fungsi otak dan mencegah kanker.

Buah-buahan dalam keluarga berry, seperti cherry, blueberry, dan cranberry, sangat disarankan karena efektif meningkatkan sistem imun tubuh. Beberapa studi juga menunjukkan buah berry mengandung anti peradangan dan anti kanker. Minum jus cherry sebelum dan setelah berolahraga bisa mengurangi rasa sakit pada otot akibat aktivitas fisik.

Bagaimana dengan jus orange yang jadi favorit banyak orang? Kabar baik, jeruk merupakan sumber vitamin C, yang merupakan juara dalam meningkatkan sistem imun. Tak cuma itu, orange juice juga mengandung kalsium dan vitamin D untuk menguatkan tulang. Sangat disarankan bila Anda mengurangi gula saat membuat jus ini.

AN
Sumber : WebMD

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.