Bila Lift Membuat Orang Fobia

Tinggalkan Komentar

img
Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Jakarta, Perkantoran, hotel berbintang atau gedung yang menjulang tinggi pastilah dilengkapi dengan fasilitas lift yang memudahkan orang mencapai lantai-lantai atas. Tapi bagi penderita fobia lift, menaiki tangga sampai ngos-ngosan jauh lebih baik.

Masalahnya di zaman moderen seperti sekarang, begitu banyak bangunan tinggi dan gedung pencakar langit telah dibangun. Bisa dibayangkan betapa lelahnya jika harus ke lantai 20 dengan naik tangga. Hal ini tentunya menyulitkan bagi orang dengan fobia lift, sehingga sangat penting untuk mencari bantuan medis.

Fobia lift adalah salah bentuk dari klaustrofobia, yaitu orang yang mengalami ketakutan berlebih pada ruangan tertutup. Orang dengan fobia lift selalu menganggap lift akan rusak, terjatuh atau ada orang jahat.

Fobia ini biasanya disebabkan karena adanya trauma kejadian tidak menyenangkan yang dialami seseorang ketika berada di dalam lift, seperti lift rusak, mati, mendapat ancaman perampokan atau bahkan pelecehan seksual.

Lift bisa sangat menakutkan bagi penderita fobia lift. Orang dengan fobia ini akan merasa seolah-olah mengalami serangan jantung dan tidak bernapas bila berada di dalam lift.

Dilansir dari Wrongdiagnosis, Kamis (22/7/2010), orang dengan fobia lift akan menunjukkan gejala-gejala sebagi berikut:

  1. Merasa tidak nyaman atau mual yang pada akhirnya bisa mengalami kecemasan yang melumpuhkan atau serangan panik
  2. Menjadi sangat panik dan gelisah
  3. Banyak mengeluarkan keringat
  4. Mulut kering,
  5. Sesak napas
  6. Ketegangan otot
  7. Gemetar
  8. Detak jantung sangat cepat

Orang dengan fobia lift sebaiknya segera mendapatkan pertolongan profesional, yaitu dengan mencari jasa seorang psikolog atau psikiater.

Seperti dilansir dari Hypnosisdownloads, hipnosis atau lebih dikenal dengan hipnoterapi juga sangat efektif dalam mengobati segala macam fobia, termasuk fobia lift. Hipnosis dapat membantu penderita fobia dengan mempelajari teknik-teknik relaksasi, yang bisa dilakukan sebelum orang tersebut memasuki lift.

Sumber : detik.com

Venustraphobia

Tinggalkan Komentar

Venustraphobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap perempuan cantik. Venustraphobia adalah salah satu jenis dari fobia. Rasa takut pada wanita cantik disebabkan oleh stimulan yang tidak wajar bagi pandangan umum. Kemungkinan fobia ini dipengaruhi trauma psikologis penderita berkaitan dengan wanita cantik di masa kecilnya.


Gejala
Para penderita venustraphobia akan keluar keringat dingin, tubuh gemetar, dan napas megap-megap saat berdekatan dengan wanita cantik.

Perawatan
Penderita fobia ini bisa disembuhkan. Beberapa metode perawatan antara lain dengan hipnoterapi, neuro-linguistic programming, hingga energy psychology.

Sumber: disarikan dari beberapa sumber.

Bebas Kecanduan Rokok dalam 15 Menit, Mau?

Tinggalkan Komentar

Kini ada teknik ampuh untuk atasi kecanduan merokok dalam waktu singkat. Dengan terapi yang disebut Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), diklaim pecandu bisa bebas dari rokok dalam hitungan menit.

“Hanya memerlukan sekitar 10-15 menit maka Anda tidak ingin lagi merokok,” kata Ahmad Faiz Zainuddin, pembawa teknik SEFT ke Indonesia, di Jakarta, Minggu (26/7). Ia mengatakan teknik yang diajarkannya diperoleh dari hasil belajar langsung pada Gray Craig, orang Amerika pendiri Emotional Freedom Technicque.

Menurutnya, sebelum diberi terapi setiap orang dipersiapkan batinnya lebih dulu dengan kalimat, “Ya Tuhan walaupun saya ingin sekali merokok padahal saya pengin bisa berhenti merokok. Tapi saya ikhlas menerima masalah saya ini. Saya pasrahkan padamu kesembuhan saya dari kecanduan rokok.” Kalimat tersebut, lanjut Faiz, harus diulang-ulang dengan nada lembut.

Sembari ia menghayatinya, terapis meneping (totok) di 9 titik kunci akupunktur dari 361 titik. Titik tersebut ada di ubun-ubun, pangkal alis, samping mata, bawah mata, bawah hidung, bawah mulut, tulang di dekat tenggorokan (colar bone), di bawah ketiak dan di dada.

Selain meneping, tambahnya, terapis juga sesekali mendekatkan rokok di hidungnya. Lalu menjauhkannya, kemudian dekatkan lagi. Dilakukan terus menerus. Setelah dilakukan beberapa kali, si pecandu rokok diminta untuk merokok. “Biasanya terus ia merasa tidak enak. Sudah tidak lagi tertarik pada rokok. Dan ini permanen,” tutur Faiz.

Menurut Faiz yang lulusan psikologi Uniar, di dunia sudah ada 400.000 ribu orang pecandu rokok terbebas dari kebiasaan merokok dengan terapi SEFT ini. “Terapi ini bisa dilakukan siapa saja. Mudah kok,” tandas Faiz.

Sumber : KOMPAS.com

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.