RSS

Stop Rokok Dengan SEFT

Banyak orang kesulitan berhenti merokok karena selalu terbayang nikmatnya asap rokok. Kalau sudah begitu, pikiran harus dimanipulasi agar asap rokok tidak lagi terasa enak.

Salah satu terapi alternatif yang bisa membuat tubuh memberikan reaksi negatif terhadap rokok adalah totok rokok. Metode inilah yang dipakai Fuad Baradja, seorang mantan artis sinetron dalam membantu orang untuk berhenti merokok.

Pada prinsipnya metode ini menggunakan Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), yang menggabungkan acupoint dengan aspek kerohanian. Berbeda dengan acupressure, pasien tidak diberi pijatan melainkan hanya ketukan (taping) pada titik-titik meridian. Aspek kerohanan diwakili dengan doa yang harus diucapkan pasien sebelum menjalani terapi.

Ketika datang untuk diterapi, pasien diminta menyebutkan alasannya untuk berhenti merokok. Motivasi itu kemudian dikuatkan lagi oleh Fuad dengan penjelasan-penjelasan mengenai bahaya rokok dan nikotin. Terakhir sebelum masuk ke terapi inti, pasien diminta mengucapkan doa dengan bimbingan terapis.

“Doa di sini bukan semacam mantera. Intinya hanya menegaskan niat, dan menyerahkan semuanya kepada Tuhan,” kata Fuad ketika ditemui detikHealth, Kamis (8/4/2010).

Masuk ke terapi inti, pasien akan menerima ketukan-ketukan ringan di 9 titik. Terapis akan memulainya dari titik di daerah dada, yang jika ditekan terasa lebih sakit dibandingkan tempat lain.

Berikutnya adalah ubun-ubun, titik di antara 2 mata, di bawah mata, bawah hidung, dagu, leher, bawah ketiak, dan yang terakhir dada bagian bawah di sekitar pangkal payudara.

Menurut Fuad, pasien akan merasakan efeknya setelah menjalani terapi 1 hingga 2 kali. Setelah itu mereka akan merasakan sensasi yang berbeda terhadap asap rokok. Dari yang semula terasa nikmat, menjadi pahit atau bahkan bikin mual.

Perokok yang tertarik untuk menjalani terapi ini ia sarankan untuk datang ke kantor Lembaga Menanggulangi Masalah Merokok (LM3). Selain di kantor ia juga sering memberikan terapi di rumahnya kawasan Pondokgede maupun setiap membawakan seminar atau penyuluhan antirokok.

Awalnya Tidak Percaya

Fuad mulai tertarik dengan metode totok rokok kurang lebih 1,5 tahun yang lalu. Saat itu ia menemukan tulisan tentang SEFT di sebuah mailing list. Karena tertarik, ia menghubungi pengirim email tersebut dan disarankan untuk datang ke sebuah acara bakti sosial di Pondok Aren.

Di acara itulah si pengirim email mempraktikkan SEFT, dan 6 orang perokok yang diterapi mengaku jadi tidak doyan rokok. Awalnya Fuad masih tidak percaya, mengira 6 orang tersebut sudah kongkalikong sebelumnya.

Ia baru percaya setelah mengajak seorang SPG yang ditemuinya di sebuah stand yang ada di acara tersebut. SPG tersebut mengaku perokok dan ingin berhenti. Ternyata si SPG benar-benar jadi tidak doyan rokok setelah diterapi.

Fuad lalu mempraktikkan apa yang dilihatnya ke beberapa orang yang ditemuinya. Ia makin tertarik karena orang-orang yang dia terapi sukses menghentikan kebiasaan merokok. Sejak itulah ia mempelajari lebih dalam tentang SEFT dari LoGOS Institute.

Tidak hanya untuk berhenti merokok, Fuad juga menggunakan metode ini untuk mengatasi gangguan kesehatan yang lain. Misalnya untuk rasa sakit dan trauma fisik setelah kecelakaan.

Sumber : www.detikhealth.com

 
Leave a comment

Posted by pada Desember 6, 2011 in terapi SEFT

 

Kaitkata: , , ,

Ubah Kebiasaan Buruk dengan Hipnoterapi

hypnoticaid.com

KATA hipnotis pasti sudah akrab di telinga Anda. Anda juga pastinya sudah pernah menyaksikan bagaimana Tommy Rafael mengayunkan gandul-nya di depan mata seseorang yang dihipnotis dan menuntunnya ke alam bawah sadar. Hipnotis ini bukan hanya sekedar teknik permainan. Tetapi, juga bermanfaat dalam bidang kedokteran, psikiatri, atau psikologi. Frans Anton Mesmer, seorang dokter dari Perancis, tercatat sebagai dokter pertama yang menggunakan metode hipnotis di dunia medis.

Dalam bidang psikologi, hipnotis dapat digunakan sebagai sebuah metode terapi yang dikenal dengan hipnoterapi. Secara klinis, terapi ini digunakan untuk menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang tidak diinginkan, seperti makan berlebih, merokok, cemas berlebih, bahkan kelainan psikologi. Psikiater juga merekomendasikan hipnoterapi untuk mengontrol phobia dan serangan panik.

Hipnotis mendalam juga bermanfaat untuk meredakan rasa sakit kronis akibat arthritis, fibromyalgia, bahkan kanker. Dalam sebuah studi yang didanai NIH’s Office of Alternative Medicine, para peneliti mengajarkan teknik hipnotis pribadi kepada pasien-pasien yang mengalami sakit punggung kronis. Dengan berlatih teknik hipnotis secara teratur, para pasien tersebut bisa mengurangi sensasi rasa sakit hingga 80%. Selain itu, pasien juga mengaku mengalami penurunan stres secara signifikan dan bisa tidur lebih nyenyak.

Penelitian yang dipublikasikan di medical journal juga menyajikan bukti efektivitas hipnotis dalam mengatasi penyakit akut dan situasi krisis. Dokter-dokter di ruang gawat darurat menerapkan teknik iduksi untuk membantu pasien yang kecelakaan lebih relaks. Perawat-perawat di unit perawatan intensif juga menggunakan hipnotis untuk menstabilkan detak jantung dan sistem pernapasan pasien.

Penggunaan teknik hipnotis ini, bisa juga mempercepat pemulihan luka bakar serta mengurangi terjadinya infeksi dan bekas luka. Peneliti dari Harvard menemukan juga kalau hipnotis bisa mempercepat pemulihan patah tulang.

Beberapa kondisi medis lainnya seperti alergi, asma, bintik-bintik merah di kulit, migrain, masalah pencernaan, dan tekanan darah tinggi juga menunjukkan adanya respon perbaikan setelah menjalani hipnoterapi. Selain itu, dokter gigi juga menggunakan hipnoterapi untuk menenangkan saraf pasien, mengurangi rasa sakit, serta mengurangi perdarahan selama menjalani oeprasi oral. Ahli obstetri juga menggunakan cara ini untuk mengontrol rasa sakit saat melahirkan.

Dalam prakteknya, terapis akan membawa subjek ke dalam keadaan setengah sadar. Dalam kondisi ini, terapis bisa memberi saran atau berbicara langsung dengan pikiran bawah sadar subjek. Pada dasarnya, kondisi setengah sadar memungkinkan terapi untuk memotong alam sadar subjek.

Para terapi bisa membawa subjek ke dalam keadaan setengah sadar dengan cara yang mudah. Ada berbagai teknik yang bisa dilakukan. beberapa diantaranya seperti meminta subjek melihat dan berkonsentrasi pada satu titik di dinding atau terapis bisa juga mengayunkan gandul maju mundur di hadapan wajah subjek sambil meminta subjek mengikuti gerakan gandul dengan matanya. Selanjutnya, terapis akan mengucapkan kalimat monoton seperti “Anda semakin bertambah relaks”, “Anda bisa merasakan ketegangan ditarik dari tubuh Anda”, dan lain-lain.

Setelah subjek berada dalam keadaan setengah sadar, terapi akan mengucapkan saran-saran dengan suara monoton yang sama. Saran-saran harus diucapkan dengan hati-hati untuk mendapatkan hasil maksimal. Setelah sesi terapi selesai, terapis akan membawa subjek kembali ke alam sadar dengan mengucapkan kata-kata seperti “Anda semakin menyadari keadaan sekitar” dan “bukalah mata Anda saat Anda siap”. Subjek kemudian akan terbangun kembali ke alam sadar.

Untuk mengubah kebiasan, biasanya tidak cukup dengan hanya satu sesi terapi. Dampaknya tidak akan langsung terlihat tetapi perubahan perilaku akan mulai terlihat dalam hitungan hari atau minggu. Hipnoterapi ini akan memudahkan pasien untuk menurunkan berat badan atau berhenti merokok. Selain itu, terapi ini juga bisa bermanfaat dalam menangani kasus psikologi.

Dalam kondisi setengah sadar, terapis bisa berbicara dengan subjek dan membantu subjek mengeluarkan semua kejadian yang menimbulkan masalah dalam kehidupan subjek. Dalam kondisi setengah sadar, subjek bisa mengeluarkan semua pikiran dan isi hati yang tidak bisa diungkapkannya dalam
keadaan sadar. Kejadian-kejadian masa lalu ini bisa menimbulkan gejal-gejala seperti mimpi buruk atau phobia. Seorang psikoterapis, yang lebih memahami masalah ini, bisa membantu pemulihan subjek.

 
Leave a comment

Posted by pada Oktober 10, 2011 in hypnoterapi

 

Kaitkata: , , , ,

Bila Lift Membuat Orang Fobia

img
Ilustrasi (Foto: thinkstock)

Jakarta, Perkantoran, hotel berbintang atau gedung yang menjulang tinggi pastilah dilengkapi dengan fasilitas lift yang memudahkan orang mencapai lantai-lantai atas. Tapi bagi penderita fobia lift, menaiki tangga sampai ngos-ngosan jauh lebih baik.

Masalahnya di zaman moderen seperti sekarang, begitu banyak bangunan tinggi dan gedung pencakar langit telah dibangun. Bisa dibayangkan betapa lelahnya jika harus ke lantai 20 dengan naik tangga. Hal ini tentunya menyulitkan bagi orang dengan fobia lift, sehingga sangat penting untuk mencari bantuan medis.

Fobia lift adalah salah bentuk dari klaustrofobia, yaitu orang yang mengalami ketakutan berlebih pada ruangan tertutup. Orang dengan fobia lift selalu menganggap lift akan rusak, terjatuh atau ada orang jahat.

Fobia ini biasanya disebabkan karena adanya trauma kejadian tidak menyenangkan yang dialami seseorang ketika berada di dalam lift, seperti lift rusak, mati, mendapat ancaman perampokan atau bahkan pelecehan seksual.

Lift bisa sangat menakutkan bagi penderita fobia lift. Orang dengan fobia ini akan merasa seolah-olah mengalami serangan jantung dan tidak bernapas bila berada di dalam lift.

Dilansir dari Wrongdiagnosis, Kamis (22/7/2010), orang dengan fobia lift akan menunjukkan gejala-gejala sebagi berikut:

  1. Merasa tidak nyaman atau mual yang pada akhirnya bisa mengalami kecemasan yang melumpuhkan atau serangan panik
  2. Menjadi sangat panik dan gelisah
  3. Banyak mengeluarkan keringat
  4. Mulut kering,
  5. Sesak napas
  6. Ketegangan otot
  7. Gemetar
  8. Detak jantung sangat cepat

Orang dengan fobia lift sebaiknya segera mendapatkan pertolongan profesional, yaitu dengan mencari jasa seorang psikolog atau psikiater.

Seperti dilansir dari Hypnosisdownloads, hipnosis atau lebih dikenal dengan hipnoterapi juga sangat efektif dalam mengobati segala macam fobia, termasuk fobia lift. Hipnosis dapat membantu penderita fobia dengan mempelajari teknik-teknik relaksasi, yang bisa dilakukan sebelum orang tersebut memasuki lift.

Sumber : detik.com

 

Kaitkata:

Venustraphobia

Venustraphobia adalah rasa takut yang berlebihan terhadap perempuan cantik. Venustraphobia adalah salah satu jenis dari fobia. Rasa takut pada wanita cantik disebabkan oleh stimulan yang tidak wajar bagi pandangan umum. Kemungkinan fobia ini dipengaruhi trauma psikologis penderita berkaitan dengan wanita cantik di masa kecilnya.


Gejala
Para penderita venustraphobia akan keluar keringat dingin, tubuh gemetar, dan napas megap-megap saat berdekatan dengan wanita cantik.

Perawatan
Penderita fobia ini bisa disembuhkan. Beberapa metode perawatan antara lain dengan hipnoterapi, neuro-linguistic programming, hingga energy psychology.

Sumber: disarikan dari beberapa sumber.

 
 

Kaitkata: ,

Bebas Kecanduan Rokok dalam 15 Menit, Mau?

Kini ada teknik ampuh untuk atasi kecanduan merokok dalam waktu singkat. Dengan terapi yang disebut Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT), diklaim pecandu bisa bebas dari rokok dalam hitungan menit.

“Hanya memerlukan sekitar 10-15 menit maka Anda tidak ingin lagi merokok,” kata Ahmad Faiz Zainuddin, pembawa teknik SEFT ke Indonesia, di Jakarta, Minggu (26/7). Ia mengatakan teknik yang diajarkannya diperoleh dari hasil belajar langsung pada Gray Craig, orang Amerika pendiri Emotional Freedom Technicque.

Menurutnya, sebelum diberi terapi setiap orang dipersiapkan batinnya lebih dulu dengan kalimat, “Ya Tuhan walaupun saya ingin sekali merokok padahal saya pengin bisa berhenti merokok. Tapi saya ikhlas menerima masalah saya ini. Saya pasrahkan padamu kesembuhan saya dari kecanduan rokok.” Kalimat tersebut, lanjut Faiz, harus diulang-ulang dengan nada lembut.

Sembari ia menghayatinya, terapis meneping (totok) di 9 titik kunci akupunktur dari 361 titik. Titik tersebut ada di ubun-ubun, pangkal alis, samping mata, bawah mata, bawah hidung, bawah mulut, tulang di dekat tenggorokan (colar bone), di bawah ketiak dan di dada.

Selain meneping, tambahnya, terapis juga sesekali mendekatkan rokok di hidungnya. Lalu menjauhkannya, kemudian dekatkan lagi. Dilakukan terus menerus. Setelah dilakukan beberapa kali, si pecandu rokok diminta untuk merokok. “Biasanya terus ia merasa tidak enak. Sudah tidak lagi tertarik pada rokok. Dan ini permanen,” tutur Faiz.

Menurut Faiz yang lulusan psikologi Uniar, di dunia sudah ada 400.000 ribu orang pecandu rokok terbebas dari kebiasaan merokok dengan terapi SEFT ini. “Terapi ini bisa dilakukan siapa saja. Mudah kok,” tandas Faiz.

Sumber : KOMPAS.com

 
Leave a comment

Posted by pada Agustus 2, 2011 in terapi SEFT

 

Kaitkata: ,

Manfaat SEFT (R) (Spiritual Emotional Freedom Technique)

SEFT adalah metode baru dalam melakukan EFT. Ahmad Faiz Zainuddin melakukan pertama kalinya dengan spontan, yakni melibatkan Tuhan dalam proses EFT sejak awal. Ternyata, luar biasa. Berhasil.

Lalu diulanginya lagi berkali kali untuk berbagai kasus, dan di terapkan pada ratusan orang. Hasilnya ? Berhasil dengan sangat memuaskan. Bahkan luas cakupan yang bisa diselesaikan dengan metode SEFT tidak terbatas hanya masalah fisik dan emosi, melainkan juga masalah kesuksesan diri, kebahagiaan hati, dan juga menjadi jalan untuk menjadi pribadi mulia jika banyak membantu orang lain dengan teknik SEFT ini.

Ketika orang-orang yang beliau bantu ditawari mengatasi masalahnya dengan teknik asli EFT atau Spiritual EFT, kebanayakan dari mereka lebih suka SEFT.

Bahkan ketika Ahmad Faiz Zainuddin mengikuti konferensi Energy Psychology di Singapore untuk memperdalam pemahamannya mengenai Energy Psychology, sempat bertukar pikiran dan mencobakan secara langsung serta membandingkan efektifitas SEFT dengan versi originalnya EFT kepada Ritta Haq dan Roudney Woulfe yang telah menggunakan EFT selama 3 (tiga) tahun dalam praktek konselingnya, berkesimpulan bahwa Spiritual EFT (SEFT) lebih efektif dan powerfull dibandingkan EFT versi original dari Gary Craig. Pengakuan yang sama juga diungkapkan Niale McLoughlin, seorang corporate trainer senior yang telah mempraktekkan energy pychology lebih dari 8 tahun.

Mengapa SEFT (Spiritual EFT) lebih diminati dan lebih efektif ? Awalnya Ahmad Faiz Zainuddin kurang tahu penjelasan ilmiahnya, ia hanya tahu bahwa jika seseorang menghubungkan segala tindakannya dengan Allah SWT, maka kekuatannya akan berlipat ganda. Ternyata penjelasan ilmiah dari common sense ini adalah ada dalam penelitian dr. Larry Dossey dan beberapa penelitiannya yang lain yang pada akhirnya menyimpulkan dengan sangat yakin bahwa ”Doa dan Spiritualitas terbukti memiliki kekuatan yang sama besar dengan pengobatan dan pembedahan”.

Sampai saat ini, Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT) dikembangkan terus menerus oleh Ahmad Faiz Zainuddin dengan mendirikan LoGOS Institute. Alumnus yang belajar melalui training public dan inhouse training perusahaan mulai tahun 2005 s/d 2009 lebih kurang sebanyak 1400 orang. Sedangkan melalui program CSR LoGOS Institute diperkirakan telah mencapai 12.000 orang yang tersebar di seluruh penjuru tanah air, bahkan luar negeri.

Manfaat SEFT:

  • Mengatasi Berbagai Masalah Fisik: Sakit Kepala, Nyeri Punggung, Maag, Asma, Sakit Jantung, Kelebihan Berat Badan, Alergi,dan sebagainya.
  • Mengatasi Berbagai Masalah Emosi: Takut (phobia), Trauma, Depresi, Cemas, Kecanduan Rokok, Stress, Sulit Tidur, Mudah Marah, atau Sedih, Gugup Menjelang Ujian, atau Presentasi, Latah, Kesurupan, Kesulitan Belajar, Tidak Percaya Diri, dan sebagainya.
  • Mengatasi Berbagai Masalah Keluarga dan Anak-anak: Ketidak harmonisan Keluarga, Selingkuh, Masalah Seksual, di ambang Perceraian, Anak Nakal, Anak Malas Belajar, anak Mengompol, dan sebagainya.
  • Meningkatkan Prestasi: Meningkatkan Prestasi OlahRaga, Prestasi di Tempat Kerja, Prestasi Belajar, Meningkatkan Omset Penjualan, Meningkatkan Performa Sales, Memperlancar Negosiasi, Mencapai goals dan Target yang di tetapkan.
  • Meraih Kesuksesan Hidup, Meningkatkan Pendapatan, Menjadi Money Magnet.
  • Mendapatkan Pencerahan Spiritual, Meningkatkan Kedamaian Hati dan Kebahagiaan Diri.
 
Leave a comment

Posted by pada Juli 15, 2011 in terapi SEFT

 

Kaitkata: ,

Inilah Terapi SEFT, Gabungan 14 Teknik Terapi

Hampir satu tahun kedua kaki Kartini (39) sakit. Bahkan pernah lumpuh selama sebulan. Tapi, setelah diteping (totok), kakinya pulih dalam waktu 15 menit.

Ketika hendak ke atas panggung, warga Tanah Abang Jakarta Pusat ini tampak tertatih dan picang. Dengan susah payah ia menapaki 4 anak tangga kecil untuk sampai di kursi hijau. Ia bersama 4 orang lain bersiap menerima terapi Spiritual Emotional Freedom Technique (SEFT).

SEFT adalah teknik pengembangan diri ekletis yang menggabungkan 14 macam teknik terapi. Termasuk di antaranya adalah kekuatan spiritual untuk mengatasi berbagai macam masalah fisik, emosi, pikiran, sikap, motivasi, perilaku dan pengembangan diri.

SEFT di Indonesia dibawa oleh Ahmad Faiz Zainuddin yang belajar langsung kepada Gary Craig dari Amerika Serikat, pendiri Emotional Freedom Technique.

Minggu (26/7) pagi ini Faiz bersama para alumnusnya yang bergabung dalam Logos Institute mengadakan pengobatan dam pelatihan SEFT di Jalan Jati Bunder VII Tanah Abang Jakarta Pusat.

Kartini yang sudah bersiap disembuhkan, tampak menghirup napas panjang. Murid Faiz, memberinya minum dari air mineral kemasan gelas. “Ya Allah walaupun saya sakit kaki, saya ikhlas menerima masalah saya ini. Saya pasrahkan pada-Mu kesembuhan saya dari sakit kaki ini,” kata terapis SEFT, yang diulangi oleh Kartini.

Sembari Kartini mengulang-ulang kalimat tersebut, sang terapis meneping bagian ubun-ubun, bagian atas mata, samping mata, bawah mata, di atas mulut, di hidung, ketiak dan dada Kartini. “Ya Allah…Ya Allah…Ya Allah…” Kartini terus menyebut Asma Allah, sembari memejamkan mata.

Hebatnya, 15 menit terapi, Kartini sudah bisa berjalan normal. “Biasanya saya paling jauh berjalan 20 meter. Saya belum pernah seenak ini. Rasanya juga lebih tenang,” ungkap Kartini.

Ia melanjutkan, sejak kali pertama sakit kaki pada bulan September 2008, ia telah berobat ke mana-mana. Namun, hasilnya tidak memuaskan. “Kata dokter saraf kecepit. Tiap hari sakit. Tidur saja terganggu,” ucap Kartini.

Yoyon (49), juga mengalami hal serupa dengan Kartini. Warga Tanah Abang ini awalnya mengeluh sakit kepala sebelah dan tangan kirinya semper. “Kata dokter saya kelebihan kolesterol. Sejak 5 tahun lalu. Saya suka kumat kalau malas pantang,” kata Yoyon sambil tersenyum.

Teknik penyembuhan kepada Yoyon saya dengan Kartini. Yoyon diminta mengiklaskan penyakitnya kepada Sang Pencipta, sambil menyaru mohon kesembuhan. “Hasilnya, kepala sembuh, tangan sudah baik,” tutur Yoyon.

Ia mengaku, bagian tubuhnya yang diteping adalah ubun-ubun, bagian atas mulut, bagian bawah mulut, samping mata, ketiak dan tengkuk. Baik Kartini maupun Yoyon sama-sama berharap kesembuhannya bersifat permanen. “Sembuh selamanya, dan juga pantang terus,” tandas Yoyon.

Lebih jauh Faiz mengungkapkan metode SEFT sudah dimodifikasi dengan menekankan kekuatan spiritual. “Secara tidak langsung, melalui pengobatan seperti ini, pasien ingat Tuhan,” paparnya.

Supaya pengobatan ini berkelanjutan, tambah Faiz, mereka juga diajarkan bagaimana mempraktikkan terapi SEFT ini. Tujuannya, supaya mereka bisa membantu orang lain dan juga bisa menyembuhkan dirinya sendiri kalau penyakitnya kumat.

Sumber : kompas.com

 
Leave a comment

Posted by pada Mei 5, 2011 in terapi SEFT

 

Kaitkata: ,

Stop Rokok dengan Terapi SEFT

DALAM 5 x 25 menit, kecanduan merokok bisa hilang dengan melakukan terapi SEFT (Spiritual, Emotional, Freedom, Technique). Terapi yang dilakukan dengan mengetuk ringan dengan 2 ujung jari atau yang disebut tapping di bagian tubuh tertentu, sehingga bisa kita lakukan sendiri.

Awalnya, pecandu diminta untuk mencium bau rokok yang biasa dihisapnya, ini adalah langkah awal yang disebut dengan the set-up yang bertujuan untuk memastikan agar aliran energi tubuh kita terarahkan dengan tepat. langkah ini dilakukan untuk menetralisir pikiran negatif yang spontan dari mencium bau rokok itu, yang pasti para perokok masih ingin menghisapnya. Setelah itu terapis akan menekan dada kita, tepatnya di sekitar dada atas.

Kemudian, terapis akan akan melakukan tapping di titik-titik tubuh yang merupakan titik aliran energi kita, yang jika diketuk beberapa kali akan berdampak pada ternetralisirnya gangguan emosi atau rasa sakit yang kita rasakan. Titik-titik tersebut adalah bagian atas kepala, titik permulaan alis mata, diatas tulan di samping mata, 2 cm di bawah kelopak mata, tepat di bawah hidung, diantara dagu dan bagian bawah bibir, di ujung tempat bertemunya ulang dada, di bawah ketiak, di perbatasan antara tulang dada dan bagian bawah payudara, dan di bagian dalam tangan yang berbatasan dengan telapak tangan.

Setelah tapping selesai, perokok diminta untuk mencium bau rokok kembali, lalu menghisapnya. Alhasil, mereka mengatakan Pusing, pahit, getir dan tidak mau mengisap lagi.

Seperti yang dilakukan para terapis SEFT dalam acara Stop Rokok Buat Hidupmu di Aula Wisma Menpora, Sabtu (31/5). Mereka melakukan terapi untuk menghentikan kebiasaan dan kecanduan merokok para siswa SMP-SMA yang sudah menjadi perokok.

“Baru tadi pagi saya terakhir merokok, setelah diterapi seperti ini, kok tiba-tiba rokok yang tiap hari saya hisap rasanya aneh, pahit dan getir, baunya juga tidak enak. “Semoga ini bertahan lama, saya niat tidak mau merokok lagi,” ujar Yanto (20), yang bera sal dari Bogor salah satu perokok yang mengikuti terapi tersebut.

Dalam kesempatan yang sama, penemu metode SEFT Ahmad Faiz Zainuddin mengungkapkan bahwa SEFT tidak hanya mampu menghilangkan kecanduan merokok, tapi bisa juga menghilangkan stres, phobia, alergi, trauma, dan lain-lain.”SEFT sangat universal dan sangat mudah dilakukan,” ujar Faiz.

Sumber : Kompas.com

 
Leave a comment

Posted by pada Maret 22, 2011 in terapi SEFT

 

Kaitkata:

Terapi SEFT Sembuhkan Lesbian

TERAPI psikologi menggunakan metode ketuk atau yang dikenal dengan spiritual emotional freedom technique (SEFT) ternyata mampu menyembuhkan TKW di Hongkong yang menganut kehidupan lesbian.

“Meskipun hanya satu kasus, tapi setidaknya ini menunjukkan bahwa SEFT bisa dimanfaatkan untuk mengatasi segala gangguan psikologi,” kata pelatih SEFT yang melatih TKW Hongkong, Syarif Thayib, di Surabaya, Kamis (25/9).

Mahasiswa S-3 Universitas Airlangga Surabaya itu mengemukakan, dirinya bersama penemu SEFT, Ahmad Faiz Zainudin, mengadakan pelatihan untuk para TKW Hongkong. Di antara peserta pelatihan terdapat TKW yang lesbian, tapi identitasnya dirahasiakan.

“Para TKW itu memiliki kekhawatiran yang sama akan masa depannya, anak-anaknya, dan hubungannya dengan para suami. Saat diajak bersama-sama membersihkan sampah emosi, para peserta menangis semua, demikian juga ketika berlanjut ke sesi berikutnya,” katanya.

Dosen Fakultas Dakwah IAIN Sunan Ampel Surabaya itu mengemukakan bahwa pada sesi puncak terapi SEFT, TKW yang lesbi itu menangis lebih mendalam dan kemudian berjanji pada dirinya sendiri untuk meninggalkan pasangannya.

“Setelah tiga hari dari pelatihan itu, TKW yang lesbi tersebut kini sudah menggunakan jilbab. Saya belum tahu lagi perkembangan terakhir dari dia. Namun kami percaya bahwa teman-temannya yang alumni SEFT akan selalu mendampinginya,” katanya menambahkan.

Ia mengemukakan, meskipun terapi SEFT ini bisa permanen, namun karena kasus lesbian ini baru pertama ditangani, pihaknya, termasuk Faiz mengakui bahwa masih ada kemungkinan seseorang kembali ke pilihan lesbian itu.

“Tapi menurut Faiz, pada sesi terapi terakhir itu seseorang sudah mengalami perasaan gembira yang sulit dihilangkan. Biasanya perasaan seperti itu yang akan mengikat seseorang untuk tidak kembali pada persoalan yang dihadapi,” katanya.

Sumber : Antara

 
Leave a comment

Posted by pada Maret 22, 2011 in terapi SEFT

 

Kaitkata:

Hipnosis Kembalikan Kualitas Hidup

Image by © Colin Anderson/Brand X/Corbis

Image by © Colin Anderson/Brand X/Corbis

Terapi hipnosis mampu mengembalikan kualitas hidup seseorang yang terganggu akibat trauma masa silam. Hipnosis mencabut akar masalah yang puluhan tahun memengaruhi hidupnya.

Contoh seseorang yang tumbuh menjadi pemarah, tak terkontrol, penakut, mengisolasi diri, atau punya orientasi seksual menyimpang. Pemberian sugesti akan mengubah perilaku pasien.

”Kesembuhan tak hanya bergantung pada pasien, tetapi juga kepintaran dokter dan dukungan keluarga,” kata konsultan hipnosis kedokteran, Tubagus Erwin Kusuma SpKJ, di simposium ”Hipnoterapi dalam Lingkup Klinis Psikiatri” yang diadakan Forum Komunikasi Rumah Sakit Jiwa Swasta dan Praktik Kedokteran Jiwa Swasta di Jakarta, Sabtu (30/5).

Gangguan energi bawah sadar, selain membentuk perilaku, juga bisa menimbulkan gangguan pada tubuh dan fungsi tubuh sehingga juga diberikan obat.

Psikolog yang praktisi hipnoterapi, Liza Marielly Djaprie, mengatakan, ”Kendali di tangan klien. Kalau tak mau terbuka, ya sulit.” Melalui serangkaian terapi hipnosis, akan didapat informasi traumatis pasien pada usia 2-4 tahun (age regression therapy).

Pada kasus ketakutan berlebihan, pasien sembuh setelah memaafkan orang lain atau diri sendiri. ”Klien yang dulu tak berani bicara di depan umum, setelah empat sesi sudah pulih. Emosinya terkendali.”

Menurut praktisi hipnoterapi, dosen kesehatan jiwa dan perilaku Fakultas Kedokteran Universitas Atma Jaya Jakarta, Dharmady Agus SpKJ, konsep dasar hipnosis adalah mengubah perilaku lama dengan memasukkan sugesti yang menjadi nilai baru seseorang.

Sumber : kompas.com

 
2 Comments

Posted by pada Februari 21, 2011 in hypnoterapi

 

Kaitkata:

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.